Setelah “sukses” menjahit tas pertama, saya lanjut membuat tas berikutnya. Ya, untuk tas pertama warna pink pakai bros itu saya menganggap itu sudah sukses, karena hasil akhirnya tidak mengecewakan (tasnya bisa saya pakai kemana-mana), dan saya juga mendapat pelajaran berharga dari situ.
Project tas berikutnya, saya memberanikan diri membuat tas dari kain jeans. Kenapa saya sebut “memberanikan diri”? Karena di toko kain kiloan tidak menjual kain jeans, alhasil saya harus membeli kain jeans di toko kain meteran (saya beli di Toko Istana depan pasar Setono Betek Kediri) seharga 85ribu per meter. Lumayan mahal ya.. sedangkan di toko kain kiloan hanya ada kain soft jeans ( jeans yang sangat tipis kiwir-kiwir ) seharga 25ribu per meter.
Guntingan pertama lumayan deg-degan, bagaimana kalau tasnya tidak jadi? Bagaimana kalau gagal? Sayang dong kainnya mahal-mahal.. Tapi, kapan belajarnya kalau takut salah, sudahlah gunting saja. Dan kres..kres..kres.. terpotong sudah kainnya. Sekarang mulai menjahit.
Oya, saya menggunakan busa tipis seharga Rp 6.800 per meter sebagai lapisan tas supaya tasnya agak kaku dan tebal. Ini sebelum saya tahu bahwa ada kain pelapis yang biasa disebut kain keras, atau kain viselin, atau interfacing (saya juga belum paham apa bedanya), yang jelas kain ini bisa disetrika dan menempel di kain utama yang membuat kainnya lebih kaku dan kuat.
Dan inilah hasilnya..
Kali ini saya menggunakan resleting meteran. Tapi kenapa bagian pinggirnya saya jahit merapat begitu? Ini adalah pelajaran kedua yang saya dapat. Bahwa ukuran resleting harus lebih panjang daripada ukuran kainnya. Karena ukuran resletingnya kependekan, saya bingung harus saya apakan (maklum masih sangat pemula sekali). Jadilah pinggirnya saya jahit seperti itu supaya tidak kelihatan bolongnya
Ini juga pertama kalinya saya memakai hiasan dari kain flannel. Modelnya yang simple dulu. Lalu tepinya saya jahit pakai tusuk feston.
Lalu tas ketiga saya buat untuk Asha. Setelah tas pink pertama yang awalnya saya buat untuk Asha, saya ingin membuatkan dia tas yang ada gambar lucunya. Dan saya putuskan membuat tas slempang dengan gambar kepala kucing dari kain flannel. Ini hasilnya..
Untuk tutup tasnya, sebenarnya saya ingin menggunakan kancing magnet, tapi karena tidak punya, akhirnya saya menggunakan kretekan (apa ya namanya?). Jahitan di luar kepala dan mata kucing bagian luar saya memakai tusuk feston. Sedangkan bagian yang kecil seperti bagian dalam mata dan hidung saya tempel dengan UHU. Untuk mulut dan kumis saya menggunakan tusuk tikam jejak.






















