Tuesday, February 4, 2014

Step by Step Big Fat Jeans Bag

Ceritanya, beberapa minggu yang lalu saya membeli sebuah tas baru. Modelnya seperti ini ..


Waktu tas itu saya pakai ke rumah ortu, Ibu saya langsung naksir. Bukan sama modelnya, tapi sama bentuk tali tasnya yang panjang dan sangat nyaman ditaruh pundak. Langsung deh saya tawarin, "mau ga saya bikinin tas kayak gini?"

Ya udah, project berikut ini saya mau bikin tas yang bentuknya ngeplek plek plek sama tas Whoopees di atas. Pengennya sih begitu..
Oke, langsung step by step nya aja ya..

Btw, ternyata membuat step by step itu tidak mudah ya.. Si pembuat harus bisa mengomunikasikan apa yang harus dilakukan hanya dengan tulisan supaya pembacanya paham, dan itu benar-benar tidak mudah lho.. Ditambah lagi saya yang masih sangat pemula, semoga ini bisa menjadi gambaran..

Pertama, siapkan kain dengan bentuk seperti ini.
Untuk kain luaran 2 lembar, kain dalaman juga 2 lembar ya..


Jahit pinggirannya dengan bagian kain yang bagus saling berhadapan.


 Masing-masing pojok bawahnya dibentuk segitiga seperti gambar, lalu jahit..


Hasilnya nanti seperti ini..



Gunting bagian kain yang tidak terpakai supaya lebih rapi. Lakukan hal yang sama untuk kain dalaman.


 Kalau dibalik jadinya seperti ini..



Untuk kain dalaman, jangan lupa sisakan lubang di bagian bawah untuk membalik tas nantinya.


Siapkan Gesper yang sudah dipasang tali tas pendek seperti ini, ini untuk pegangan talinya.


Berikutnya, masukkan kain luaran ke dalam kain dalaman, dengan bagian kain yang bagus saling berhadapan. Posisikan juga tali tas pendek di pegangan masing-masing kanan dan kiri dengan posisi terbalik (gesper berada di dalam kain, jadi tidak terlihat dari luar).

Oya, untuk tas ini saya menggunakan resleting meteran warna hitam. Jadi resleting ini bisa dibuka menjadi dua bagian. Masing-masing bagian diposisikan terbalik pada kedua sisi atas tas. Jangan lupa diukur, supaya ketika memasang kepala resletingnya, bisa pas.
(paham ga? Maaf tidak bisa menampilkan fotonya, karena resleting dan tas sama-sama berwarna hitam, jadi difotopun susah terlihat.)


 Jahit seluruh bagian tepinya.


Setelah dijahit, tinggal dibalik melalui lubang sisa di kain dalaman tadi ya.. Lalu jahit lubangnya.


Setelah dibalik, hasilnya seperti ini.. (foto ini sudah kupasang dengan tali tas).

Oya, di kain dalamannya saya pasang kantong resleting. Saya membuatnya sesuai dengan tutorial yang ada di SINI..



 Masukkan kain dalaman, lalu jahit pinggiran kain supaya lebih rapi.

Lalu pasang tali tasnya. 


Tampilannya akan seperti ini ..


Eiits, belum selesai..
Siapkan dua lembar kecil kain jeans yang tepinya sudah dilipat dan dijahit..


Lalu di bagian kanan dan kiri atas dibuat lipitan seperti ini.


Jahit supaya lipitannya lebih kuat dan tidak bergeser-geser.




Lalu jahit kain jeans kecil tadi menutupi jahitan sebelumnya.


Dan selesaiiiii..
Beginilah jadinya..
Mirip tidak??


Saturday, February 1, 2014

Memakai kain keras

Dulu waktu awal-awal searching tentang tutorial membuat tas, saya sering bertemu dengan tutorial yang menggunakan kain keras sebagai lapisan kain luaran supaya kainnya menjadi lebih kaku dan tidak lemes kiwir-kiwir. Waktu itu, saya yang biasanya memakai busa sebagai pelapis, langsung mikir ,"wah, pasti enak ya kalo pake kain keras, lebih praktis, bisa nempel jadi pasti ga geser-geser, beda sama busa.."

Daaann.. Akhirnya saya membeli kain keras. Harganya Rp 12.900 per meter.

Awalnya, saya hanya menggunakan kain keras itu untuk pelapis resleting dan pelapis kancing magnet saja supaya lebih kaku dan mudah dijahit. Nah, waktu sudah dapat inspirasi untuk membuat tas baru, saya langsung bersemangat praktek dengan menggunakan kain keras ini sebagai pelapis kain luaran.

Ini pola awalnya..
Hmm.. sepertinya cukup menjanjikan ya..


Lalu bagian atasnya saya lipit-lipit seperti ini, lalu dijahit..


Saya pikir, untuk melipit-lipit kain keras ini saja cukup menantang. Tapi ternyata masih ada yang lebih menguras tenaga lagi. Yaitu pada saat kain sudah dijahit dan harus dibalik. Keraaaas sekali. Saya tahu, memang dari namanya saja sudah kain keras, tapi saya tidak menyangka akan sekeras ini.

Hanya sekedar dibalik setelah dijahit saja sudah susah, saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti ketika harus dibalik dari lubang yang disisakan di kain dalaman..

Akhirnya, kain keras itupun dengan sukses saya tarik lagi sampai lepas. Mungkin sebaiknya saya tetap menggunakan busa saja sebagai pelapis :)