Saturday, February 1, 2014

Memakai kain keras

Dulu waktu awal-awal searching tentang tutorial membuat tas, saya sering bertemu dengan tutorial yang menggunakan kain keras sebagai lapisan kain luaran supaya kainnya menjadi lebih kaku dan tidak lemes kiwir-kiwir. Waktu itu, saya yang biasanya memakai busa sebagai pelapis, langsung mikir ,"wah, pasti enak ya kalo pake kain keras, lebih praktis, bisa nempel jadi pasti ga geser-geser, beda sama busa.."

Daaann.. Akhirnya saya membeli kain keras. Harganya Rp 12.900 per meter.

Awalnya, saya hanya menggunakan kain keras itu untuk pelapis resleting dan pelapis kancing magnet saja supaya lebih kaku dan mudah dijahit. Nah, waktu sudah dapat inspirasi untuk membuat tas baru, saya langsung bersemangat praktek dengan menggunakan kain keras ini sebagai pelapis kain luaran.

Ini pola awalnya..
Hmm.. sepertinya cukup menjanjikan ya..


Lalu bagian atasnya saya lipit-lipit seperti ini, lalu dijahit..


Saya pikir, untuk melipit-lipit kain keras ini saja cukup menantang. Tapi ternyata masih ada yang lebih menguras tenaga lagi. Yaitu pada saat kain sudah dijahit dan harus dibalik. Keraaaas sekali. Saya tahu, memang dari namanya saja sudah kain keras, tapi saya tidak menyangka akan sekeras ini.

Hanya sekedar dibalik setelah dijahit saja sudah susah, saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti ketika harus dibalik dari lubang yang disisakan di kain dalaman..

Akhirnya, kain keras itupun dengan sukses saya tarik lagi sampai lepas. Mungkin sebaiknya saya tetap menggunakan busa saja sebagai pelapis :)

No comments:

Post a Comment